TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Amplop serangan fajar di kasus yang menjerat Anggota Komisi VI DPR Bowo Sidik Pangarso kini berbuntut panjang.
Kepastian adanya cap jempol di tumpukan ratusan amplop serangan fajar kini diseret ke isu Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.
Cap jempol dikaitkan dengan salah satu pasangan calon yang akan bertarung di Pilpres 2019.
Bahkan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tak luput dari tudingan dianggap menutupi cap jempol tersebut.
Menurut Wakil Ketua KPK Saut Situmorang, Bowo Sidik Pangarso mengakui amplop tersebut digunakan untuk serangan fajar.
Baca: Targetkan 80 persen Suara di Banyumas, Jokowi Minta Pendukungnya ke TPS Gunakan Baju Putih
Di dalam amplop tersebut terdapat uang tunai dengan berbagai pecahan.
Dalam operasi tangkap tangan (OTT) KPK, diamankan 400 ribu amplop dengan total uang di dalamnya sejumlah Rp 4 miliar.
Saut mengatakan, bahwa pihaknya tidak akan membeberkan secara rinci kepada publik hal-hal yang tidak berkaitan dengan penyidikan KPK.
Walaupun, menurut Saut, pihaknya mengetahui hal tersebut.
"Itu makanya di dalam beberapa kesempatan, KPK selalu mengatakan tidak terlalu detail masuk ke dalam kasus, karena ini merupakan lembaga yang banyak melakukan penindakan terhadap penyelenggara negara. Detail-detail itu hanya di dalam KPK, jika diberitahu ke publik maka akan macem-macem," kata Saut kepada wartawan, Kamis (4/4/2019).
http://www.tribunnews.com/nasional/2019/04/04/kpk-tak-ada-tekanan-soal-perkara-amplop-serangan-fajar-bowo-sidik-pangarso
No comments:
Post a Comment