Pages

Thursday, June 6, 2019

Selain Harganya Mahal, Pelanggan Warung Lesehan Bu Anny Juga Merasa Tertipu dengan Rasa Masakannya

TRIBUNNEWS.COM, TEGAL - Warung lesehan Bu Anny di Tegal menjadi viral usai dinilai menjual dagangannya dengan harga mahal.

Viralnya warung lesehan Bu Anny lantaran unggahan salah satu pengunjung yang merasa tertipu usai makan di sana.

Pasalnya, pengunjung warung lesehan Bu Anny merasa tertipu usai membayar harga mahal namun rasa masakan yang dihidangkan tidak lazim.

Baca: Pelanggan Warung Lesehan Bu Anny Juga Merasa Tertipu dengan Rasa Masakannya

Hal ini sesuai dengan pengakuan salah satu pengunjung yang sempat membuat warung lesehan Bu Anny di Tegal menjadi viral.

Seperti yang diketahui, kabar warung sea food pinggir jalan di Jalan HOS Cokroaminoto, Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal itu viral setelah banyaknya postingan di media sosial.

Salah satunya dari pengunjung bernama Ramdani Saputra yang merasa tertipu usai membayar menu makanannya sebesar Rp 220 ribu di tahun 2017.

Pasalnya, Ramdani hanya memesan satu porsi cumi, seporsi nasi, dan cah kangkung, tapi harus rela membayar sebesar Rp 220 ribu.

Video yang diunggah Ramdani di media sosialnya seketika menjadi viral.

Terkait dengan keluhan para pelanggan, Bu Anny sempat memeberikan tanggapan.

Ia mengatakan jika harga yang dibayarkan sesuai dengan kualitas makanan yang disajikan.

Let's block ads! (Why?)

http://www.tribunnews.com/regional/2019/06/07/selain-harganya-mahal-pelanggan-warung-lesehan-bu-anny-juga-merasa-tertipu-dengan-rasa-masakannya

Terjadi Bentrok Antarpemuda di Pati HIngga Tewaskan 1 Orang, Dipicu Seorang Melihat Sampai Melotot

TRIBUNNEWS.COM, PATI - Suasana duka terasa di satu rumah yang berada di Desa Guyangan RT05/02, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati, Kamis (6/6/2019) malam.

Bacaan tahlil mengalun dari bibir puluhan pria berkopiah yang duduk bersila.

Baca: Mayat Termutilasi di Ogan Ilir : Bagian Tubuh Belum Ditemukan Hingga Kebiasaan Korban yang Berubah

Puluhan pria itu memenuhi ruang tengah, teras, hingga halaman sebuah rumah berdinding kayu tersebut.

Mereka adalah jamaah tahlil yang tengah mendoakan almarhum Muhammad Akhlis (25), korban meninggal dalam peristiwa bentrok antarkelompok pemuda yang terjadi di Desa Guyangan, Rabu (5/6/2019) dini hari.

Bentrokan "berdarah" yang menewaskan Akhlis melibatkan dua kelompok pemuda dari dua desa, yakni Guyangan dan Kertomulyo.

Selain korban tewas, ada empat korban luka dalam peristiwa tersebut.

Seluruhnya adalah pemuda Desa Guyangan. Mereka ialah Munajat (18), Agus Amrunsyah (19), Ikmam Fikri (19), dan Muhammad Sufaat (23).

Berdasarkan keterangan Kapolsek Wedarijaksa AKP Teguh Heri Rusianto , kronologi kejadian ialah sebagai berikut.

Awalnya, Akhlis bersama sekira dua puluh orang lainnya sedang nongkrong di perempatan RT 6 RW 2 Desa Guyangan.

Kemudian lewatlah dua pemuda asal Desa Kertomulyo dengan mata melotot ke arah mereka.

Let's block ads! (Why?)

http://www.tribunnews.com/regional/2019/06/07/terjadi-bentrok-antarpemuda-di-pati-hingga-tewaskan-1-orang-dipicu-seorang-melihat-sampai-melotot